Tuesday, April 22, 2014

METODE ILMIAH

Pengertian metode ilmiah
Metode ilmiah atau proses merupakan proses keilmuan  untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisisk. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Tujuan Mempelajari Metode Penulisan ilmiah
Tujuan adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Untuk karena itu dalam penulisan ilmiah kita tidak bisa asal tulis atau tidak mengindahkan kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan kita mempelajari metode ilmiah :
·         Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis
·         Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis
·         Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah

 Sikap Ilmiah
Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk bertindak atau berprilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah.
Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
·         Sikap ingin tahu
·         Sikap kritis
·         Sikap obyektif
·         Sikap ingin menemukan
·         Sikap tekun

Langkah – langkah penulisan ilmiah
Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
1.  Bagian Awal
Bagian Awal ini terdiri dari:
a.    Halaman Judul
b.    Lembar Pernyataan
c.    Lembar Pengesahan
d.    Abstraksi
e.    Halaman Kata Pengantar
f.    Halaman Daftar Isi
g.    Halaman Daftar Tabel
h.    Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya

2.  Bagian Tengah.
Bagian tengah yerdiri dari :
a.    Bab Pendahuluan
b.    Bab Landasan Teori
c.    Metode Penelitian
d.    Bab Analisis Data dan Pembahasan
e.    Bab Kesimpulan dan Saran

3.  Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari:
a.    Daftar Pustaka
b.    Lampiran

Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :
1)          Bagian Awal.
Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi    yakni sebagai berikut :
a.  Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.

b.  Lembar Pernyataan
Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

c.   Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

d.  Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.

e.  Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

f.   Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.

g.  Halaman Daftar Tabel

h.  Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram


2)       Bagian Tengah.
a.  Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :

                                i.      Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

                               ii.      Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

                              iii.      Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

                              iv.      Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti

                               v.      Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.

                              vi.      Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah

b.  Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

c.   Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

d.  Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

e.  Kesimpulan (dan Saran)
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
·         Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.
·         Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

3)         BAGIAN AKHIR
a.    Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan
b.    Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

Jenis-Jenis Metode Penelitian :
1)          Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
2)         Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.

3)         Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

Tuesday, April 15, 2014

KIM SOO HYUN

Kim Soo Hyun, aktor asal Korea Selatan ini ternyata merupakan siswa pendiam saat remaja. Ia memutuskan terjun ke dunia seni peran untuk mengubah kepribadiannya supaya lebih ceria. Akting pertamanya adalah saat ia ikut bermain dalam drama musikal "Grease" dan "A Midsummer Night's Dream" pada 2003. 
Kim Soo Hyun memulai debutnya di TV dengan muncul sebagai peran pembantu dalam sitkom "Kimchi Cheese Smile" (2007) disusul dengan serial "Jungle Fish" (2008) dan "White House" (2009). Namanya mulai dikenal publik saat ia membintangi serial "Giant" (2010). Berkat serial tersebut, Kim Soo Hyun berhasil meraih New Star Award dalam ajang SBS Drama Awards 2010. 
Karirnya semakin melejit saat ia berperan sebagai Song Sam Dong dalam serial remaja "Dream High" (2011). Ia menjadi satu-satunya aktor non-idol K-Pop yang berperan dalam serial yang dibintangi oleh Suzy,  IUTaecyeondan Wooyoung itu. Serial ini juga menandai debutnya sebagai penyanyi. Ia ikut menyumbangkan suaranya untuk soundtrack "Dream High" yang berjudul "Dreaming". 



Berkat kepopulerannya tersebut ia dipercaya untuk menjadi aktor utama dalam serial drama "The Moon Embrace The Sun" (2013). Dalam drama romantis itu ia berperan sebagai raja dinasti Joseon yang jatuh cinta kepada Yeon-Woo yang diperankan oleh aktris Han Ga In. Drama ini juga sukses meraih rating tinggi di Korea Selatan sebanyak 42,2 persen. Selain itu, ia juga bermain dalam serial "You Who Came From The Stars" (2013). Ia beradu akting dengan Jun Ji Hyun dalam mengangkat tema percintaan antara alien dan manusia. 
Selain sebagai aktor serial drama, Kim Soo Hyun juga merambah ke dunia layar lebar. Ia menandai debutnya dengan bermain dalam film pendek berjudul "Worst Friends" (2009) lalu disusul dengan "The Thieves" (2012) dan "Secretly Greatly" (2013). Berkat aktingnya yang apik dalam "The Thieves", ia berhasil meraih penghargaan popularity award dalam ajang Blue Dragon Film Awards 2012. 
Kim Soo Hyun juga mendapat julukan "Pangeran Iklan". Sepanjang tahun 2012, ia telah membintangi 17 produk seperti laptop, kamera, kosmetik, kopi dan lain-lain. Dari iklan tersebut, ia berhasil meraup keuntungan sebesar 6 miliar Won (Rp 53 miliar). 
Aktor yang terkenal lewat perannya di drama Dream High ini memiliki kisah yang tidak begitu bagus ketika masa kecilnya, berkehidupan susah dan sempat bekerja paruh waktu saat duduk di bangku sekolah. Tapi dunia berputar kawan.. :) lihatlah sekarang. Siapa yang tidak kenal dengan sosok berwajah Korea oriental ini.





Profil Kim So Hyun
Nama            : Soo Hyun 
Nama Asli    : Kim Soo Hyun 
Profesi        : Actor 
Tanggal Lahir : 16 Februari 1988 
Tinggi                   : 180 cm 
Berat                    : 65 kg 
Golongan Darah : AB 
Zodiak         : Aquarius 





Fakta Kim Soo Hyun
©      Soo Hyun adalah anak yang pendiam saat kecil walau dirumahnya sendiri
©      Soo Hyun membelikan ibunya kaus kaki dengan gaji pertamanya
©      Soo Hyun mulai debut aktingnya pada Drama Kimchi Cheese Smile MBC tahun 2007
©      Soo Hyun pernah bekerja paruh waktu di restoran saat dia sekolah, tapi hanya 3 hari lalu dia berhenti karena dia selalu terlambat datang ke sekolah
©      Aktor favorit Soo Hyun adalah  Cho Seung woo , Ha Jung Woo dan Ryu Seung Bum
©      Musik favorit Soo Hyun adalah Hip Hop dan Balada
©      Soo Hyun sangat suka mengambil gambar/foto
©      Nama Soo Hyun terdiri dari dua kanji yaitu "Soo" yang berarti bagus sekali (ç§€) dan "Hyun" yang artinya kebajikkan (è³¢). 
©      Walaupun namanya pasaran, ternyata Soo Hyun sendiri tidak mau pakai nama panggung. Makanya banyak orang yang heran dengan keputusannya itu.
©      Orang yang paling berjasa dalam hidupnya adalah sang Bunda
©      Di bangku sekolah Soo Hyun sempat belajar mendaki gunung. Bahkan dia pernah ikut kompetisinya, tapi kalah gara-gara dia jatuh di babak kedua. Selain itu dia juga pernah menyelam
©      Soo Hyun tidak terlalu terpaku dengan genre tertentu dalam hal musik makanya dia bisa aja mengganti genre lagunya ketika dia sedang bernyanyi. Tapi dia biasanya lebih suka musik hip hop dan lagu-lagu balad.
©      Alasan Soo Hyun menekuni dunia fotografi adalah karena dia begitu mengagumi kamera yang dibawa Lee Byung Jin saat mereka bermain bersama di Kimchi Cheese Smile dan kamera yang dipakainya adalah Nikon D800 yang dia beli bekas pakai dari aktor tersebut dengan harga yang sangat murah.
©      Soo Hyun senang memotret salju terutama jejak kaki karena menurutnya itu bisa mengungkapkan ekspresinya.
©      Soo Hyun mengawali karir aktingnya pada tahun 2003 dengan bermain dalam drama musikal Grease yang diangkat dari film musikal Hollywood.
©      Soo Hyun termasuk orang bertangan kidal
©      Pada akhir tahun 2009, Soo Hyun resmi bergabung dibawah naungan manajemen KEYEAST Agency dan meluncurkan official website-nya di Januari 2010.
©      Di tahun yang sama Soo Hyun bermain dalam drama Giant yang mengantarnya meraih penghargaan SBS Awards sebagai New Star Award.
©      selain berakting, Soo Hyun juga pernah menjadi model beberapa majalah terkenal seperti Vogue dan Elle, majalah Korea Ceci, majalah Jepang Brokore dan membintangi berbagai iklan sampai dia dijulukin "Pangeran CF".
©      Di masa depan dia bertekad untuk terus bekerja tanpa istirahat. Karena baginya saat ini adalah saatnya dia berkembang.
©      Soo Hyun paling sensitif kalau disebut 'remaja'.
©      Dalam dunia akting, bila ada kesempatan Soo Hyun ingin mencoba memerankan karakter maskulin seperti Kang Jin.
©      Sambil bercanda Soo Hyun menyebutkan kalau impiannya
kelak dia ingin mendominasi dunia.





Fakta lainnya
©     Untuk menjadi mata-mata-yang-berpura-pura-bodoh di 'Secretly Greatly', dia mencari inspirasi di "tempat" tidak biasa. Dia membaca komik, dan menyukainya. Siapa modelnya? Karakter yang ada di acara anak-anak. 
"Aku menatap Teletubbies dan menyalin bahasa tubuh mereka," demikian dia mengungkapkan. 
Jelas bukan itu kan image yang kamu pikirkan tentang Kim Soo Hyun. Tapi, dia pernah melakukannya.
©     Dia satu-satunya pemain bukan idol di 'Dream High' sebagai peran utama dan itu menakutkan awalnya. 
"Diantara kelompok idol aku merasa seperti tidak eksis," katanya, "Aku khawatir, tapi kekhawatiranku tidak beralasan. Mereka semua benar-benar terbuka untukku. Aku diterima di dalam kelompok."
Namun, dia harus bekerja lebih keras dibandingkan lainnya. Maklum, dia tidak pernah menari sebelumnya. Hahaha...
"Saya dilatih dalam ruang praktik JYP selama lebih dari tiga bulan. Aku terkejut melihat betapa menakutkan semua itu untuk dilakukan. Taecyeon dan Woo Young sangat membantuku. Aku sungguh bersyukur memiliki teman-teman seperti mereka," tuturnya.
©     Jika dia menulis surat cinta kepadamu, kamu pasti tidak bisa membacanya.
Mengapa?
"Waktu aku mengambil ujian tengah semester, aku menulis laporan," jelasnya, "Aku melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan. Tapi, hari berikutnya profesorku menelepon dan bertanya apa yang kutulis?"
©     Ciuman pertama yang dilakukannya bukan dilakukan di tempat romantis, seperti adegan ciuman di drama Korea, tapi di tangga gedung apartemennya. Dia menolak memberitahu nama gadis itu.
"Dia bukan seorang artis Korea. Aku tak bisa mengatakan banyak hal tentangnya karena itu mungkin bisa menyakitinya."
Dia mengatakan bahwa di masa lalu gadis impiannya adalah artis Inggris Kaya Scodelario, yang main film 'Skins' dan 'Wuthering Heights'. 
©     Orang tuanya mendorongnya untuk berakting karena sifat pemalunya. Itu merupakan langkah yang cerdas. Setelah dia melakukannya, katanya itu membuatnya senang. Saat mendengar tepuk tangan penonton, dia begitu senang dan tidak ingin berakhir. Dia mengingat bahwa kesuksesannya itu tidak mungkin.

Favorite photo Soo Hyun and I hahaha LOL




Friday, March 21, 2014

PENALARAN

Setelah membaca baca artikel lain tentang pengertian penalaran saya menyimpulkan bahwa Penalaran adalah suatu proses berfikir  yang menarik kesimpulan dari data-data, sumber dan informasi yang didapat untuk mejadi sebuah kesimpulan dan manjadi konsep pengertian.
          Dalam penalaran, yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan Premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan Konklusi (consequence). Hubungan atara premis dan konklusi disebut Konsekuensi.

Ada 2 metode dalam penalaran yaitu :
1.  Metode Induktif
Metode Induktif adalah metode berfikir yang ngeutamakan cara berfikir khusus dahulu seperti pembuktian dan contoh contoh fakta, kemudian di tarik kesimpulan dari data data tersebut dengan cara berfikir yang lebih umum. Dari artikel yang saya baca di Wikipedia Paragraf Induktif sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
2.  Metode Deduktif
Sedangkan Metode Deduktif adalah kebalikan dari Metode Induktif yaitu cara berfikir yang mengutamakan pemikiran umum dahulu kemudian dihubungkan dengan fakta fakta dan pembuktian dari pemikiran khusus.

Syarat syarat kebenaran dalam penalaran
§      Jika seseorang melakukan penalaran, tentu bermaksud untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat terpenuhi jika mancapai syarat-syarat dalam penalaran. Syarat syarat tersebut adalah :
§      Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah. Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Penalaran memiliki ciri sebagai berikut :
1.     Penalaran dilakukan dengan sabar
2.    Penalaran didasarkan atas sesuatu yang sudah memiliki bukti
3.    Sistematis
4.    Terarah, bertujuanMenghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru
5.    Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh
6.    Pola pemikiran tertentu
7.    Sifat empiris rasional
Kesalahan penalaran
Salah membuat penalaran dapat terjadi dalam proses berfikir untuk mengambil sebuah keputusan atau kesimpulan. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan dalam menggambil kesimpulan atau salah dalam pola berfikir.
Kesalahan dalam penalaran dibagi menjadi 2 macam yaitu :
1.     Salah nalar induktif, berupa :
§      kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas
§      kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat
§      kesalahan analogi
2.    kesalahan Deduktif dapat disebabkan :
§      kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi
§      kesalahan karena adanya term keempat
§      kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi
§      kesalahan karena adanya 2 premis negative

REFERENSI :



Saturday, December 28, 2013

Pengaruh Rumah Tangga dan Keluarga

Pengaruh Keluarga dan Rumah Tangga dalam Perilaku Konsumen
Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan proses pengambilan keputusannya dalam pembelian suatu barang, antara lain keluarga dan rumah tangga. Saat ini keberadaan keluarga dan rumah tangga sangat berpengaruh terhada pola hidup dan prilaku konsumsi seseorang. Hal ini didasari pada gaya hidup keluarga maupun rumah tangga itu sendiri. Semakin tinggi derajat keluarga, semakin tinggi juga kebutuhan hidup. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting terhadap masyarakat. Di dalam keluarga dan rumah tangga sangat berpengaruh terhadap pembelian konsumen, karena kebutuhan keluarga dan rumah tangga sangat banyak. 
Secara ilmiah keluarga dapat diartikan sebagai sekelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang berhubungan darah, pernikahan, atau adopsi yang tinggal berdampingan. Sedangkan rumah tangga adalah semua orang, baik yang berelasi maupun tidak berelasi yang menempati sebuah unit rumah. Keluarga maupun pengaruh rumah tangga mempengaruhi sikap pembelian konsumen. Misalnya kelahiran anak mempengaruhi suatu keluarga untuk menambah perabotan, bahan makanan bayi, dan lain-lain. Rumah tangga berbeda dengan keluarga dalam rumah tangga mendeskripsikan semua orang, baik yang berkerabat maupun yang tidak, yang menempati satu unit perumahan. Baik untuk rumah tangga maupun keluarga, data dapat digunakan oleh organisasi pemasaran untuk analisis makro maupun pemasaran.
Keluarga sebagai suatu lingkup paling dekat dengan konsumen “keluarga” merupakan pengaruh paling kuat pada si konsumen dalam memilih suatu produk. Mengapa demikian, pertama adalah keluarga sebagai sumber orientasi yang terdiri dari keluarga. Kedua adalah keluarga sebagai sumber keturunan. Jadi keluarga ada hubungannya dalam mempengaruhi prilaku konsumen. Dalam kehidupan rumah tangga situasi dari keadaan di dalamnya menjadikan patokan dari konsumen sebagai pembeli, dimana tindakan itu terjadi karena pembentukan sebuah emosional, yaitu terbentuknya suatu keprobadian dan gaya hidup dalam diri si konsumen tersebut. Dengan kata lain pembetukan suatu imej seseorang dalam pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh lingkunga sekitar yaiut kelurga,teman, dan sekitar yang berpengaruh besar dalam perilaku konsumen
Studi tentang keluarga dan hubungan mereka dengan pembelian dan konsumsi adalah penting, tetapi kerap diabaikan dalam analisis perilaku konsumen. Pentingnya keluarga timbul karena dua alasan, yaitu :
1.     Banyak produk dibeli oleh konsumen ganda yang bertindak sebgai unit keluarga.
Contoh : jika pasangan baru membeli rumah barangkali mereka akan melibatkan anak, orang tua, nenek dan keluarga besar.
2.    Ketika pembelian dibuat oleh individu, keputusan pembelian individu bersangkutan mungkin sangat dipengaruhi oleh anggota lain dalam keluarganya.
Contoh : pengaruh remaja mungkin pula besar sekali pada pembelian pakaian orang tua.
Pengaruh rumah tangga dan konsumen terhadap prilaku konsumen itu sendiri disebabkan oleh banyak hal yang memungkinkan terjadi atau tidaknya suatu keputusan pembelian dari konsumen terhadap suatu produk tertentu.
Variabel yang Mempengaruhi Sosiologi Keluarga dan Rumah Tangga
Pemasar dapat memahami keluarga dan keputusan rumah tangga yang lebih baik dengan memeriksa dimensi sosiologis tentang bagaimana keluarga membuat keputusan konsumen. Tiga variabel sosiologis yang membantu menjelaskan bagaimana fungsi keluarga meliputi kohesi, adaptasi, dan komunikasi.
§      Kohesi adalah ikatan emosional antara anggota keluarga. Itu mengukur seberapa dekat satu sama lain merasa anggota keluarga pada tingkat emosional. Kohesi mencerminkan rasa keterhubungan atau keterpisahan dari anggota keluarga lainnya.
§      Adaptasi mengukur kemampuan sebuah keluarga untuk mengubah struktur kekuasaannya, hubungan peran, dan aturan hubungan dalam respon terhadap stres situasional dan perkembangan. Tingkat adaptasi menunjukkan seberapa baik keluarga dapat memenuhi tantangan yang disajikan oleh situasi berubah.
§      Komunikasi adalah dimensi memfasilitasi, penting untuk gerakan pada dua dimensi lainnya. Keterampilan komunikasi positif (seperti empati, mendengarkan reflektif, komentar mendukung) memungkinkan anggota keluarga untuk berbagi kebutuhan mereka berubah karena mereka berhubungan dengan kohesi dan kemampuan beradaptasi. Keterampilan komunikasi negatif (seperti pesan ganda, ganda mengikat, kritik) meminimalkan kemampuan untuk berbagi perasaan, sehingga membatasi gerakan dalam dimensi kohesi dan kemampuan beradaptasi. Memahami apakah keluarga anggota puas dengan pembelian keluarga membutuhkan komunikasi dalam keluarga. Untuk menentukan bagaimana keluarga membuat keputusan pembelian dan bagaimana keluarga mempengaruhi perilaku pembelian masa depan anggotanya, hal ini berguna untuk memahami fungsi yang disediakan dan peran yang dimainkan oleh anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.
Peran Perilaku
Keluarga dan kelompok lain menunjukkan apa yang disebut sosiolog Talcott Parsons sebagai perilaku peran instrumental dan ekspresif. 
§      Peran instrumental, juga dikenal sebagai peran fungsional atau ekonomi, melibatkan keuangan, kinerja, dan fungsi lainnya yang dilakukan oleh anggota kelompok. 
§      Peran Ekspresif melibatkan pendukung anggota keluarga yang lain dalam proses pengambilan keputusan dan mengekspresikan kebutuhan keluarga estetika atau emosional, termasuk norma-norma keluarga menegakkan.